Syair – Meski baru menjalani dua balapan, penampilan Acosta bersama GASGAS Tech3 tidak bisa dipandang sebelah mata oleh rivalnya di kelas utama.

El Tiburon menorehkan hasil solid di atas motor KTM RC16 bahkan saat menjalani GP Qatar yang menjadi balapan pertamanya.

Pada seri yang digelar di Sirkuit Lusail, Qatar itu, Acosta nyaris menorehkan podium dan merepotkan rider berpengalaman seperti Marc Marquez.

Akan tetapi, dia harus menuntaskan balapan utama dengan bertengger di posisi kesembilan.

Hasil mentereng justru didapat dalam balapan keduanya di seri GP Portugal di Sirkuit Internasional Algarve, Portimao.

Acosta mengejutkan banyak pihak dengan menorehkan finis di urutan ketiga dalam sesi balapan utama GP Portugal.

Tak ayal, kiprah dalam dua balapan yang sudah dijalani pembalap berusia 19 tahun itu turut mengundang perhatian dari Jorge Lorenzo.

Por Fuera menilai bahwa kehadiran Acosta secara tidak langsung membawa pengaruh bagi keseimbangan rivalitas di kelas utama.

Nama-nama seperti Marc Marquez dari Gresini Racing hingga Francesco Bagnaia yang menjadi andalan Ducati mulai saat ini harus mewaspadainya.

“Marquez datang dengan motor Ducati, Acosta tiba dengan GASGAS, dua hal ini bisa sedikit mengubah keseimbangan,” tuturnya menambahkan.

Dengan performa yang sudah ditunjukkan, peraih tiga gelar juara dunia kelas MotoGP itu tak sungkan memasukkan Acosta selevel dengannya.

Bukan hanya Lorenzo saja, rider asal Spanyol itu juga disejajarkan dengan nama-nama besar seperti Valentino Rossi, Dani Pedrosa hingga Casey Stoner.

Ya, nama-nama tersebut dikenal sebagai alien-alien yang pernah mengaspal karena kemampuan balap mereka yang di atas rata-rata.

“Pedro Acosta termasuk dalam level kami,” ucap Lorenzo menjelaskan.

“Ini mengingatkan saya pada awal-awal penampilan Valentino Rossi pada awal tahun 2000-an,” kata Lorenzo menjelaskan.

“Sama seperti saya, Pedrosa, Stoner atau Marquez.”

“Dengan sangat cepat kami ingin menunjukkan segalanya bahkan tanpa situasi yang sepenuhnya terkendali,” tuturnya menambahkan.