Syair – Tren positif berhasil dilanjutkan Red Sparks dalam mengarungi sisa kompetisi Liga Voli Korea musim ini, Jumat (16/2/2024).

Tim yang diperkuat oleh pevoli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi tersebut menghadapi Gwangju AI Pepper Savings Bank.

Bertindak sebagai tamu, Red Sparks menang atas AI Pepper Savings Bank melalui empat set dengan skor 3-1 (25-13, 18-25, 25-19, 25-15).

Walau menghadapi tim terlemah di daftar klasemen, perjuangan Red Sparks untuk menang tidak mudah.

Megawati dan kolega sempat menemui jalan buntu terutama pada set kedua di mana serangan-serangan mereka mudah dibaca.

Melalui kemenangan ini, tim yang dilatih oleh Ko Hee-jin tersebut mendapatkan poin sempurna untuk menaikkan posisi mereka.

Usai laga ini berakhir, Red Sparks mengumpulkan 47 poin yang membawa mereka untuk menduduki peringkat ketiga klasemen sementara.

Dalam pertandingan ini sendiri, Megawati mengemas total 15 poin dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 37,5 persen.

Torehan poin pemain asal Jember, Jawa Timur tersebut masih kalah bila dibandingkan dengan Giovanna Milana (Gia).

Outside hitter asal Amerika Serikat itu memang tampil menggila dalam laga ini dengan menjadi pemain tersubur Red Sparks.

Total 27 angka berhasil dipersembahkan oleh Gia dalam pertandingan penting ini.

Meski tidak keluar sebagai MVP, penampilan Gia membuat sang ibunda yakni Gina Milana merasa terkesima.

Gina sendiri tak bisa menahan perasaan emosionalnya dan hampir mengeluarkan air mata setelah melihat performa putrinya.

Bagi Gina, apa yang ditunjukkan Gia mampu menginspirasinya dan memberikan kekuatan untuk mengatasi masa-masa sulit.

“Saya diberkati menjadi ibunya Gia, dan saya terinspirasi oleh kekuatannya dalam mengatasi (situasi sulit),” ucap Gina.

Sementara itu, Gia juga menyebut kehadiran sang ibu dalam menemaninya menuntaskan persaingan Liga Voli Korea memberinya motivasi.

Hadirnya ibunda sedikit banyak mampu meredakan tekanan yang berada di pundak Gia sebagai salah satu andalan Red Sparks.

“Ibu saya selalu senang dan bahagia, dia membuat kehidupan saya di Korea lebih normal,” kata Gia menjelaskan.

“Saya merasa memiliki ibu di sini banyak meredakan tekanan yang saya alami,” tuturnya menambahkan.