News  

Liga Voli Korea – Legenda Korsel Geleng-Geleng Usai Tragedi Kalah dari Red Sparks Terulang di Final

Liga Voli Korea – Legenda Korsel Geleng-Geleng Usai Tragedi Kalah dari Red Sparks Terulang di Final

Syair – Pink Spiders kalah mengenaskan saat lebih dulu bertandang ke markas Suwon Hyundai E&C Hillstate pada Kamis (28/3/2024).

Kim Yeon-koung dkk dipaksa menelan kekalahan lewat pertarungan lima set pada laga yang digelar di Suwon Gymnasium, Suwon, Korea Selatan.

Mereka kalah usai tampil mendominasi dan memenangkan pada dua set awal.

Pink Spiders tumbang dengan skor 2-3 (25-18, 25-14, 20-25, 20-25, 14-16).

Seusai laga, Kim Yeon-koung hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai tanda tak percaya timnya kalah lewat comeback.

Meskipun pada laga ini, atlet berusia 36 tahun itu berhasil menyumbang poin tertinggi untuk timnya dengan 23 poin dan tingkat keberhasilan serangan sebesar 42,55 persen.

Situasi yang sulit untuk diterima bagi tim besutan Marcello Abbondanza itu yang harus kehilangan momentum untuk mencuri kemenangan pertama di kandang lawan.

Mundur ke belakang, Pink Spiders juga pernah mengalami kekalahan dengan situasi yang serupa pada putaran pertama reguler.

Saat itu, Pink Spiders yang sudah menang dua set awal takluk usai dikejutkan Daejeon JungKwanJang Red Sparks lewat pertarungan lima set penuh.

Pelatih Pink Spiders, Marcello Abbondanza, tentu mengungkapkan kekecewaannya dengan kekalahan pada final pertama ini.

“Kami unggul 2-0 pada set pertama dan melewatkan beberapa peluang besar,” kata Abbondanza seusai laga.

“Tidak masalah untuk melaju ke set kelima, namun saya kecewa dengan pilihan yang kami buat pada momen-momen penting.”

“Kami memulai dengan baik, tetapi kemudian kami kehilangan tekanan pada servis kami,” kata Abbondanza seusai laga.

“Sementara itu, lawan saya bangkit. Secara keseluruhan, itu tidak berjalan dengan baik,” katanya.

“Secara keseluruhan, saya memulai dengan baik tetapi menyelesaikannya dengan buruk. Kami harus mengatasi beberapa momen sulit, tetapi kami tidak bisa pulih,” ujarnya setelah kekalahan tersebut.

Adapun dari kubu tim tuan rumah, pelatih Hyundai E&C Hillstate, Kang Sung-hyung menyadari bahwa mereka memiliki keunggulan dalam hal kebugaran karena mereka mendapatkan waktu istirahat lebih banyak sebelum menatap laga kejuraan.

“Kami akan mencoba untuk memperpanjang seri ini dan menjadikannya pertarungan fisik,” kata Kang Sung-hyung.

Sementara itu, middle blocker Hyundai E&C Hillstate, Yang Hyo-jin menjadi pembeda dengan mencatatkan tingkat keberhasilan serangan paling tinggi pada laga ini dengan 44 persen dan mampu mencetak lima poin berkat blok.

“Setelah set kedua, saya bermain lebih lepas, nothing to lose,” kata Yang Hyo-jin.

“Saya pikir ini berjalan lebih baik karena saya menjernihkan pikiran karena pertandingan kejuaraan tidak berakhir di pertandingan pertama dan masih ada pertandingan tersisa.”

“Saya beristirahat sekitar seminggu. Pelatih memberi saya waktu istirahat untuk tidak melakukan apa pun, mulai dari latihan bola hingga angkat beban,” kata pemain bernomor punggung 14 itu.

“Saya tidak merasa hanya saya dan Yeon-kyung. Semua pemain bermain bersama. Kami harus bermain sebagai sebuah tim,” lanjut Yang Hyo-jin.

“Kami bisa memenangkan pertandingan ini karena semua orang bermain dengan baik,” katanya, menekankan pentingnya ‘satu tim’.

Pertandingan final kedua masih akan bergulir di kandang Hyundai E&C Hillstate pada Sabtu (30/3/2024).