News  

Liga Voli Korea – Alasan Pelatih Red Sparks Rela Disiram Air oleh Pemain Usai Jadi MVP Saat Bungkam Tim Ratu Voli Korsel

Liga Voli Korea – Alasan Pelatih Red Sparks Rela Disiram Air oleh Pemain Usai Jadi MVP Saat Bungkam Tim Ratu Voli Korsel

Syair – Bertanding di Daejeon Chungmu Gymnasium yang merupakan markas Red Sparks, tim asuhan Ko Hee-jin ini menang atas Incheon Heungkuk Life Pink Spiders, dengan skor 3-1 (25-23, 25-22, 25-27, 25-23).

Hasil ini menjadi kemenangan kedua Red sparks atas tim ratu voli Korsel, Kim Yeon-koung sejak putaran pertama. Laga ini menjadi campuran antara kesedihan dan kelucuan.

Tim yang diperkuat pebola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, menangis haru saat spike kerasnya berbuah poin penutup saat skor 24-22.Pink Spiders mendekat 23-24.

Saat Mega berhasil mencetak poin pada set penentuan, wasit melakukan peninjauan VAR untuk memastikan poin yang dicetak Mega tidak terkena sentuhan blocker Pink Spiders dan memastikan Red Sparks menang,

Tak hanya Mega, Giovanna Milana (Gia) juga menangis haru, termasuk pelatih Ko atas kemenangan tersebut.

Red Sparks menambah 3 poin dan akan bertahan di peringkat 3 klasemen Liga Voli Korea dengan total 53 poin, sekaligus membuat harapan tampil menuju play-off semakin dekat.

Red Sparks mencetak 4 kemenangan beruntun dan berada di peringkat ke-3 dengan 17 kemenangan dan 14 kekalahan (53 poin).

Red Sparks berhasil memperlebar jarak dengan peringkat ke-4, GS Caltex Seoul KIXX.

Hal yang menarik pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin terpilih sebagai pemain terbaik (MVP) dalam laga ini. Biasanya hanya pemain dalam laga saja yang menyandang gelar tersebut.

Karakter utama dari wawancara siaran pasca pertandingan hari itu adalah pelatih Ko Hee-jin.

Sejak Pelatih Ko bersiap untuk wawancara, para pemain berkumpul untuk menyiram air ke pelatih tersebut.

Ko mengunjungi ruang wawancara dan tampak basah kuyup.

“Senang rasanya dibaptis dengan air setelah menang. Saya merasa lebih baik karena bisa merasakan ketulusan para pemain di lapangan,” ucapnya sambil tersenyum bahagia dilansir dari The Spike.

Mega juga ikut ambil bagian menyiram air meski hanya sedikit.

“Pemain sudah banyak yang menyiram air, jadi saya percik sedikit saja. Sepertinya saya hampir tidak menyemprot apa pun,” kata Mega sambil tertawa.

Set kedua diakhiri dengan satu poin yang diperoleh melalui permintaan peninjauan video atas sentuhan net lawan Lee Won-jeong.

“Saya menontonnya bersama staf pelatih. Ini juga manajemen permainan. Rasanya menyenangkan,” katanya.

Kemenangan atas peringkat ke-2 klasemen, Pink Spiders sangat berarti.

“Tiga poin sangatlah besar. Ini juga merupakan kesempatan untuk mendapatkan kepercayaan diri ketika kami pergi ke pertandingan voli musim semi dan bertemu lagi dengan Heungkuk Life Insurance,” tutur Ko.

“Itu adalah pertandingan yang panen hasilnya luar biasa,” katanya dengan percaya diri.

Sepanjang pertandingan, Megawati dan kawan-kawan sempat frustrasi setelah Pink Spiders mencuri kemenangan pada set ketiga.

“Saya berbicara dengan para pemain setelah set ketiga. Jika kita mengatasi hal ini, kritik yang kita terima selama ini akan hilang. Ayo kita selesaikan, kita bisa melakukannya,” tutur Ko.

“Saya sangat bersyukur bisa melewatinya. Ini adalah hal paling menyenangkan,” katanya.

“Usai jeda All-Star, para pemain menunjukkan sikap tenang meski mengejar lawan. Saya punya perasaan itu tidak akan berubah.”

“Saya juga mencoba melatih dengan tenang, dan menurut saya itu berjalan baik karena Lee So-young (kapten Red Sparks) memimpin para pemain dengan baik.”

Red Sparks digadang-gadang akan menjadi kuda hitam bahkan sebelum musim dimulai berkat pemilihan Mega serta middle blocker timnas Jeong Ho-young dan Park Eun-jin, dan setter veteran Yeom Hye-sun.

Namun, Lee So-young kehabisan tenaga setelah menjalani operasi bahu pada April tahun lalu.

Setelah menempati posisi ke-3 pada putaran pertama, ia berjuang keras finis di urutan ke-6 di putaran kedua dan ke-5 di putaran ketiga.

Lee So-young telah berhasil melakukan rebound dari putaran ke-4, ketika ia memulai dengan sungguh-sunggu, dan berlari dengan pandangan tertuju pada pasca-musim.

“Saat kami memiliki selisih 8 poin dengan tim peringkat ke-4, tujuan terbesar saya adalah tidak bermain semi play-off.”

“Pertama-tama, saya akan melakukan yang terbaik dengan tekad untuk mendapatkan 3 poin di setiap pertandingan,” ujarnya mengungkapkan tekadnya untuk sisa 5 pertandingan liga reguler.

Red Sparks selanjutnya akan menghadapi juara bertahan, Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass, Selasa (27/2/2024) di Gimcheon Indoor Stadium, mulai pukul 17.00 WIB.