Syair – Red Sparks meraih kemenangan penting yang menjadi pertanda kebangkitan mereka usai di laga sebelumnya harus menelan pil pahit.

Turun dengan diperkuat pevoli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, Red Sparks tampil garang pada akhir pekan kemarin.

Kali ini, Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass menjadi korban keganasan tim berjuluk Red Force tersebut dalam laga empat set.

Tampil di Daejeon Chungmu Gymnasium, Korea Selatan, Red Sparks menang dengan skor akhir 3-1 (25-23, 25-23, 20-25, 25-21).

Dalam pertandingan ini, trio Megawati, Giovanna Milana (Gia) dan kapten tim Lee So-young menjadi pusat serangan.

Gia menjadi pemain tersubur Red Sparks dalam laga ini melalui torehan 23 poin dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 43,2 persen.

Sementara itu, Megawati berada tepat di belakang outside hitter asal Amerika Serikat tersebut dengan terpaut satu poin lebih sedikit.

Meski demikian, pemain asal Jember, Jawa Timur tersebut berhasil keluar sebagai MVP atau pemain terbaik dalam pertandingan ini.

Menjaga keseimbangan tim, Lee So-young juga memberikan kontribusi dalam kemenangan ini melalui total 16 poinnya.

Penampilan solid yang ditunjukkan trisula Red Sparks tersebut mengundang pujian dari salah satu media Korea, SBSNews.

Dalam salah satu artikelnya, mereka menyebut tiga pemain itu sudah menunjukkan kolaborasi yang luar biasa.

Trio ini berpotensi besar mengantarkan Red Sparks melaju ke babak play-off Liga Voli Korea musim ini.

“Tim voli putri Red Sparks menjaga harapannya untuk maju ke babak play-off dengan trio mereka, Mega, Gia dan Lee,” tulis SBS.

Keberhasilan trio ini tentu tidak lepas dari racikan yang pas dari Ko Hee-jin sebagai pelatih Red Sparks.

Pria berusia 43 tahun tersebut sebelum laga membeberkan dirinya menyiapkan variasi untuk format trisula ini.

Peran Megawati, Gia hingga Lee bisa berubah terkait situasi yang mereka temui ketika berada di atas lapangan.

Lebih lanjut, Ko menegaskan untuk melupakan kekalahan menyakitkan dari Incheon Heungkuk Life Pink Spiders di laga sebelumnya.

“Selama melawan Pink Spiders, mereka sangat bagus, saya mengatakan mari lupakan hasil itu untuk menyiapkan pertandingan ini,” ucap Ko.

Dengan jadwal yang padat, instingnya sudah mengarahkan Ko untuk memusatkan latihan khususnya di aspek stamina.

“Karena jadwalnya ketat, saya tidak bisa memberikan latihan dengan banyak, saya fokus mengelola kondisi dan stamina,” kata Ko.

“Ketika kami menang di putaran ketiga dan keempat, kami berbicara tentang apa yang dilakukan lawan kami,” imbuhnya.