Syair – Seiring dengan melesatnya performa Ducati dalam tiga tahun terakhir hingga berhasil menjadi Juara Dunia baik di kategorui konstruktor, pembalap bahkan tim, ujian besar juga telah menanti mereka.

Bagai pohon yang tumbuh tinggi di mana angin kencang semakin mendera, Ducati pun saat ini sedang mengalami masalah yang sama.

Satu per satu insinyur mereka ‘digembosi’ tim-tim kompetitor di MotoGP.

Bagaimanapun, si Merah Borgo Panigale memang tidak diragukan lagi selalu mampu menelurkan insinyur-insinyur cerdas dari Italia yang sangat dibutuhkan untuk mengikuti kemajuan teknis motor MotoGP era sekarnag.

Dan mau tak mau, pada akhirnya semua tim mulai mengakuinya dan menerima fakta tersebut.

Bahkan Yamaha dan Honda selaku tim raksasa di MotoGP pun sudah mempraktekkannya.

Ada sekitar sembilan insinyur Ducati yang perlahan mulai membelot dan tertarik mengambil tantangan untuk membantu tim lain.

Dua dari sembilan insinyur itu ada yang paling menyakitkan bagi Ducati.

Yakni Fabiano Sterlacchini dan Massimo Bartolini.

Hal tersebut karena mereka berdua sangat mengetahui rahasia dapur Ducati dan juga menjadi orang kepercayaan Gigi Dall’Igna, Managing Director Ducati Corse.

Sterlacchini telah pindah ke KTM pada 2021 lalu. Di pabrikan Austria itu, Sterlacchini langsung diberi jabatan sebagai Kepala Proyek MotoGP di Pierer Mobility AG KTM.

Sebelum pindah ke KTM, Sterlacchini adalah tangan kanan Dall’Igna dan bekerja di empat divisi Ducati Corse. Dia sangat memahami rahasia milik tim, karena bekerja di mesin, kendaraan, elektronik dan aerodinamika.

Adapun Massimo Bartolini kini pindah ke Monster Energy Yamaha sebagai Direktur Teknis pabrikan Iwata.

Perekrutannya belum lama, masih segar baru sekitar empat bulan lalu.

Namun, Bartolini bukan sosok sembarangan. Dia juga termasuk orang kepercayaan Dall’Igna.

Kepergian dia juga menyakitkan bagi Ducati, karena Bartolini punya peran penting dalam struktur Ducati Corse sebagai Insinyur Performa Kendaraan.

Selain itu, kecerdasannya juga meliputi sebagai ahli ban. Melansir dari Speedweek, kepergian Bartolini bahkan diakui juara dunia dua kali Francesco Bagnaia, sebagai kehilangan yang pahit untuk Ducati.

Selain dua Sterlacchini dan Bartolini, masih ada tujuh insinyur lainnya yang juga kini menyebar ke tim-tim kompetitor termasuk Aprilia dan Honda.

Salah satunya juga merupakan insinyur perempuan bernama Cristina Toteri.

Daftar Kru Ducati yang Membelot ke Tim Lawan dalam 3 Tahun Terakhir MotoGP:

1. Fabio Sterlacchini – Insinyur, Kepala Proyek MotoGP KTM

2. Francesco Guidotti – Manajer KTM

3. Alberto Giribuola – Insinyur Performa Kendaraan KTM

4. Christhian Pupulin – Insinyur, Kepala Kru Jack Miller di KTM

5. Massimo Bartolini – Insinyur, Direktur Teknis Monster Energy Yamaha

6. Marco Nicotra – Insinyur, Kepala Aerodinamika Monster Energy Yamaha

7. Filippo Tosi – Insinyur Elektronik Honda

8. Manuel Cazeaux – Insinyur Elektronik Aprilia

9. Cristine Toteri – Insinyur Spesialisasi Sasis dan Swingarm Aprilia