News  

300 lebih sampel makanan sekolah di Bengkulu bebas bahan berbahaya

Syair – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu menyatakan hasil pemeriksaan terhadap 300 lebih sampel makanan yang dijual di luar kawasan sekolah menunjukkan bebas dari bahan berbahaya.

“Berdasarkan hasil pengawasan terhadap pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yang dijual di luar lingkungan sekolah dasar (SD) sederajat di Kota Bengkulu pada periode September 2023 tidak ditemukannya bahan berbahaya di dalam makanan tersebut,” kata Kepala BPOM Bengkulu Yogi Abaso Mataram di Kota Bengkulu, Senin.Untuk makanan yang diperiksa tersebut antara lain pentol bakso, bakso goreng, martabak, sosis goreng, dan siomayyang dijual di luar pagar sekolah.Ia menyebutkan, sampel makanan yang dilakukan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah mengandung zat berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, metanil yellow atau pewarna asam monoazo.Pemeriksaan sampel makanan tersebut dilakukan di 43 SD yang terdapat pedagang yang berjualan di luar lingkungan sekolah oleh Satuan Karya Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM).Pemeriksaan tersebut dilakukan, terang Yogi, guna mengawasi keamanan pangan jajanan yang dijual pada anak-anak di lingkungan sekolah.

Selain itu, pemeriksaan juga merupakan program strategis nasional berkelanjutan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya selektif dalam memilih pangan dan jajanan.”Berdasarkan hasil pemeriksaan, semua sampel yang diukur dengan parameter rhodamin B, metanil yellow, boraks, formalin dan pengujian mikrobiologi tidak satupun yang mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.Sementara itu, Pemerintah Kota Bengkulu akan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk ikut melakukan pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi oleh anak sekolah.”Pemkot Bengkulu mengapresiasi program yang dilakukan oleh BPOM sehingga kami akan berkolaborasi dalam melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi oleh anak sekolah di Kota Bengkulu,” sebut Asisten II Pemerintah Kota Bengkulu Sehmi.